Apakah Kebiasaan Tidur Mempengaruhi Tumbuh Kembang Si Kecil

Apakah-Kebiasaan-Tidur-Mempengaruhi-Tumbuh-Kembang-Si-Kecil

Apakah Kebiasaan Tidur Mempengaruhi Tumbuh Kembang Si Kecil ?

Perkembangan optimal pada si Kecil dapat ditunjang oleh asupan zat gizi dan pola tidur yang cukup. Ibu perlu memperhatikan pola tidur yang cukup pada si Kecil, baik dari jumlah jam tidur ataupun kebiasaan waktu tidur. Ibu seharusnya membiasakan si Kecil untuk tidur siang dan malam tepat waktu.  Kurangnya informasi seputar tidur si Kecil membuat Ibu khawatir apakah jumlah tidur si Kecil telah cukup atau belum. Lalu bagaimana sebaiknya pola tidur yang baik bagi si Kecil? Manfaat apa saja yang si Kecil dapat dengan tidur cukup?

Mari kita simak tanya jawab yang berhubungan dengan kebiasaan tidur si kecil.

 


Apa perlu si kecil harus tidur siang ? dan apa manfaat nya untuk si kecil ?

Pada umumnya anak memerlukan tidur siang. Pada usia sekitar 1 th anak memerlukan 2-3 kali tidur siang, sekitar jam 9, 12, dan jam 3 sore. Pada usia yang lebih besar 1-3 tahun umumnya tidur siang berkurang menjadi 2 kali per hari 1-3 jam. Pada usia di atas 5 tahun biasanya frekuensi tidur siang lebih jarang lagi dan durasinya lebih pendek. Beberapa penelitian kecil menunjukkan manfaat yang baik dari tidur siang untuk meningkatkan daya ingat anak terhadap hal yang baru dipelajarinya. Anak yang kurang jumlah waktu tidur umumnya ia akan sulit dibangunkan, sulit berkonsentrasi, dan lainnya.

Setiap kali dibangunkan, si kecil akan mengamuk dan terus memukuli kepalanya sendiri, apakah itu bahaya ?

Saat si Kecil terganggu tidurnya. Tentu memberikan rasa tidak nyaman, menangis atau marah. Kebiasaan Si Kecil yang memukulkan kepala disebut tantrum. Tenangkan si Kecil saat tantrum dengan menggendong atau memeluknya. Kondisi si Kecil yang suka memukul kepala tentu berbahaya untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya. Ibu bisa konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi si Kecil.

Apakah normal jika si kecil yang berusia 3 tahun kadang tidur siang cuma sekali dan tidur malamnya nunggu larut baru akan tidur ? mohon penjelasannya

Pada usia 1-3 tahun si Kecil umumnya memerlukan tidur 12-14 jam, gabungan jumlah jam tidur siang dan tidur malam, yang penting adalah jumlah jam tidur dan kualitas tidurnya apakah nyenyak/tidak, mimpi buruk/nightmare, atau mengorok waktu tidur. Disarankan untuk membiarkan si Kecil tidur secukupnya di siang hari, agar di malam hari ia tidak tidur terlampau larut malam. Di umur 3 tahun umumnya hanya memerlukan 1 kali tidur siang, dan semakin bertambah usia (mendekati usia 5 tahun), frekuensi tidur siangnya akan berkurang. Pola tidur sifatnya individual, tentu berbeda antar anak. Coba dihitung total jam tidurnya ya Bu.. dan amati tanda-tanda kurang tidur seperti sulit bangun di pagi hari, mengantuk di siang hari, tidak bersemangat, tertidur di mobil atau di depan tv, atau saat di sekolah. Mudah-mudahan tidak ada hal yang mengkhawatirkan.

Anak saya yang berusia 17 bulan mempunyai kebiasaan tidur malam di jam 9-10, kalau diluar jam itu si kecil malah jadi rewel, apa itu bisa mempengaruhi pertumbuhannya ? dan apa ciri-ciri anak yang tidak kurang tidur ?

Ibu anak usia 1-3 tahun umumnya memerlukan tidur 12-14 jam, gabungan jumlah jam tidur siang dan tidur malam. Coba hitung jumlah jam tidur malam dan tidur siang (misal tidur malam jam 10 tapi ada tidur siang 4 jam dan bangun lebih siang esok harinya) maka ada kemungkinan jumlah tidurnya cukup. Ciri-ciri anak tidak kurang tidur adalah anak mudah ditidurkan dalam 20-30 menit, mudah bangun di pagi hari, tampak segar saat beraktivitas pagi-siang hari. Jika demikian, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya Bu.. Untuk mengajari anak tidur tepat waktu, berikanlah contoh sebagai orangtua, hentikan aktivitas, termasuk matikan televisi ketika sudah memasuki jam tidur. Ciptakan suasana yang nyaman agar anak dapat tidur dengan nyenyak. Jika diperlukan, boleh mulai kebiasaan menyenangkan sebelum tidur seperti bedtime stories.

Apakah kebiasaan menghisap jempol dan kebiasaan lainnya sebelum tidur akan mempengaruhi tumbuh kembang si kecil ? apakah tahap/fase oral bayi tersebut normal atau tidak ? dan apakah ada korelasi antara pola tidur si kecil terhadap kenaikan berat badannya ?

Fase oral umumnya memang terjadi pada usia balita, hal tersebut terjadi dapat disebabkan karena adanya pertumbuhan gigi. Kebiasaan tersebut tidak mempengaruhi tahap tumbuh kembang si Kecil namun dikhawatirkan kebiasaan menghisap jempol berkaitan dengan stres psikologis atau rasa kurang aman yang dialaminya. Kurang tidur yang terjadi kronik dalam waktu lama umumnya lebih berpengaruh terhadap tinggi badan, dibandingkan berat badan.

Tidur yang berkualitas bagi balita dari jam berapa sampai jam berapa ? Apakah anak yang kurang waktu tidurnya mempengaruhi berat badannya ?

Anak usia 1-3 tahun umumnya memerlukan 12-14 jam waktu tidur per hari, dengan jam tidur yang bervariasi antar anak (sifatnya individual), namun biasanya tidur malam 9-10 jam ditambah dengan 1-2 kali tidur siang (sekali lagi tidak ada jam berapa sakleknya yang paling baik untuk tidur). ciri-ciri si Kecil yang mendapatkan tidur berkualitas dapat dilihat dari wajahnya yang alert, ototnya yang lemas dan bangun dengan ceria, tidak sulit dibangunkan, dan tampak bugar saat menjalankan aktivitas pagi-siang hari.
Jika kurang tidur terjadi dalam waktu lama (jangka panjang/kronik) maka pertumbuhannya akan terganggu – hal ini berkaitan dengan sekresi hormon pertumbuhan saat tidur. Yang lebih dipengaruhi adalah tinggi badan, bukan berat badan. Jika ibu ragu, amati tanda-tanda kurang tidur seperti sulit bangun di pagi hari, mengantuk di siang hari, tidak bersemangat, tertidur di mobil atau di depan tv, atau saat di sekolah. Jika ada, cobalah berkonsultasi tatap muka dengan dokter.

Apakah ada pengaruhnya terhadap posisi tidur si kecil yang sering tidur tengkurep ?

Menyangkut posisi tidur si Kecil, sebenarnya posisi terlentang merupakan posisi yang paling aman, bayi terhindar dari risiko kematian mendadak (sudden infant death syndrome). Namun demikian, ada kalanya bayi memiliki posisi “”nyaman””nya masing-masing, termasuk posisi tengkurap untuk tidur. Upayakan hidungnya tetap terbuka, tidak terhalang bantal atau seprei saat tengkurap, dan hindari penggunaan selimut/alat tidur yang fluffy, yang berpotensi menyumbat jalan napasnya. Jangan lupa awasi anak saat tidur agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

Apakah normal bila si kecil kalau tidur tidak mau pakai bantal ? bagaimana cara mengatasi hal tersebut agar si kecil tidur bisa pakai bantal dan selimut dengan benar ?

Bantal dan guling, serta selimut pada dasarnya digunakan untuk membuat kita merasa nyaman. Jika anak tidak mau memakai bantal di kepala, tidak apa-apa asalkan posisi leher dalam keadaan baik saat tidur dan tidak ada keluhan berarti saat bangun di pagi hari. Jika ibu ingin memperkenalkan kebiasaan penggunaan bantal-selimut yang “wajar”, ajak anak tidur bersama dan berikan contoh sesuai yang ibu inginkan.. Namun jika anak tidak mau menurut, tidak apa-apa asalkan ia merasa nyaman.

Jika si kecil terbiasa tidur dengan jadwal yang tidak teratur akan berdampak apa pada tumbuh kembangnya ? dan bagaimana cara mendisiplinkan kebiasaan tidurnya ?

Kekurangan tidur yang terjadi sesekali, tidak terus menerus, umumnya tidak berisiko jangka panjang terhadap pertumbuhan maupun perkembangan otak anak. Namun, perlu dicermati kualitas aktivitas anak pasca terjaga di malam hari. Ia mungkin akan mengantuk saat aktivitas siang hari sehingga memerlukan tidur siang extra atau memerlukan tidur malam lebih dini, keesokan harinya. Agar tidurnya berkualitas baik, ciptakan kamar tidur yang nyaman, temani anak saat mau tidur, jadilah contoh yang baik dengan tidak tidur terlampau malam agar tidur anak cukup.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>