Mendeteksi Anak Picky Eater

Mendeteksi-Anak-Picky-Eater

Picky Eater adalah anak yang menolak makanan tertentu dan pilih-pilih makan, namun masih mengonsumsi minimal satu macam dari tiap kelompok makanan (karbohidrat, protein, sayur/buah, dan susu).

Anak membutuhkan variasi makanan selama masa pertumbuhannya untuk mencukupi kebutuhan berbagai zat gizi yang penting bagi tumbuh kembangnya. Tapi banyak anak yang dewasa ini susah makan dan hanya mau makan makanan yang itu itu saja. Apakah kebiasaan makan anak ini normal ataukah suatu kelainan? Bagaimana orang tua sebaiknya menyikapi anak yang hanya mau makan makanan yang ia sukai?

Anak picky eater dapat diatasi dengan prinsip-prinsip berikut :

1. Sajikan makanan dalam porsi kecil.
2. Berikan variasi menu makanan yang cukup banyak, sekalipun itu bukan makanan kesukaan orangtua.
3. Paparkan anak terhadap makanan baru 10-15 kali.
4. Sajikan makanan di meja pada jarak yang terjangkau oloeh anak tanpa menawarkan ke anak.
5. Orangtua memberikan contoh makan yang menyenangkan.
6. Jika paparan terhadap makanan membuat anak ingin muntah, hentikan sementara dan berikan makanan yang lebih disukai anak.
7. Campurlah sedikit makanan baru dengan makanan yang sudah disukai anak, perlahan lahan tingkat.

Bagaimana menangani anak yang menderita picky eater ? dan apa penyebabnya ?

Banyak faktor penyebab anak menjadi picky eater, antara lain kurangnya pengenalan variasi menu atau anak pernah trauma terhadap jenis makanan tertentu sehingga menolak mengkonsumsi makanan tersebut. Jika anak picky eater, tetaplah berusaha untuk mengenalkan variasi menu dengan tampilan yang menarik, jika menolak sayur, berikan dlaam bentuk yang tersamarkan seperti parutan wortel dan potongan bayam dalam perkedelnya. Masing-masing kandungan gizi membawa manfaat tersendiri dan terkadang tidak dapat saling menggantikan. Jadi, jangan berhenti mencoba memberikan menu yang bervariasi agar si Kecil tumbuh optimal.

Bagaimana menghadapi anak yang maunya hanya makan mie instan saja ?

Pertama-tama perlu Ibu camkan dalam hati bahwa mie instan tidak baik untuk kesehatan (terlebih dengan bumbu penyedapnya). Semua ini bermula dari kebiasaan. Cobalah “mendidik” anak dalam disiplin makan, beri pengertian dengan lembut mengenai bahaya mie, dan berikanah contoh yang baik sebagai orangtua dengan tidak mengonsumsi mie instan dan tidak menyediakan stok mie instan di rumah. Menghadapi anak yang maunya makan itu-itu saja, perkenalkan anak terhadap variasi jenis makanan dan jangan menyerah kalau anak tidak suka 1 makanan tertentu. tetap berikan sesering mungkin hingga >10 kali untuk meningkatkan penerimaan anak terhadap makanan tersebut.

Apakah ada kaitannya antara picky eater dengan tumbuh kembang serta berat badan pada bayi ?

Picky eater adalah fase normal dalam perkembangan anak, sehingga jika orangtua bisa menyiasati alternatif sumber nutrien yang lain, dan meningkatkan variasi makanan sehari-hari, diharapkan tumbuh kembangnya tetap baik.

Ketika seorang bayi tengah mengalami fase tumbuh gigi dan ia susah makan, apakah ini termasuk picky eater juga ? dan menu makanan seperti apa ketika anak sedang mengalami picky eater agar tumbuh kembang tetap optimal ?

Jika saat si Kecil dalam proses tumbuh gigi dan mulutnya tidak nyaman untuk makan, itu hal yang wajar, dan tidak termasuk kategori picky eater. Menghadapi anak yang picky, berikan variasi menu makanan yang cukup banyak, sekalipun itu bukan makanan kesukaan orangtua. Paparkan anak terhadap makanan baru 10-15 kali, dan siasati dengan menyelipkan makanan yang kurang ia sukai dalam makanan lain yang sudah dia sukai sebelumnya (misal selipkan wortel dalam perkedel, atau brokoli dalam kentang panggang). Pengenalan makanan lebih sering akan meningkatkan penerimaan anak terhadap suatu jenis makanan. Orangtua memberikan contoh makan yang menyenangkan tanpa menawarkan makanan, sampai ketakutan anak menghilang dan anak mengekspresikan ketertarikan pada makanan. Semakin banyak orang di sekitar anak yang makan makanan serupa, maka anak akan semakin tertarik.

Apa penyebab dari picky eater ? dan bagaimana cara mengatasi anak picky eater ? dan adakah dampak dan bahaya yang dialami si kecil bila berkepanjangan ?

Umumnya penyebab picky eater adalah pola paparan makanan pada usia dini, tekanan dalam proses makan (dipaksa oleh pengasuh atau orangtua), tipe kepribadian, parental feeding styles dan pengaruh lingkungan (misal ortu tidak suka makan sayur, anak juga jadi tidak suka). “Pengobatan” dapat dimulai di rumah dengan menyajikan berbagai menu makanan yang enak dan menarik, termasuk menu yang “kurang” disukai orangtua, memperkenalkan anak terhadap menu yang kurang disukainya justru lebih sering karena ini akan meningkatkan penerimaan anak terhadap makanan tersebut, dan dapat juga diusahakan dengan orangtua mencontohkan makan makanan tersebut dengan suasana menyenangkan. Anak yang mengalami picky eater diharapkan tidak terlalu mengganggu tumbuh kembang, asalkan dicari sumber nutrien alternatif agar tidak terjadi defisiensi nutrien tertentu dan pola makan anak diperbaiki seiring dengan waktu.

Apakah anak yang baru mulai MPASI yang makannya sedikit sekali kurang lebih 1 sendok teh adalah tanda-tanda picky eater ?

Picky eater umumnya baru dialami anak pada usia 1-3 tahun, sedangkan pada usia 6 bulan anak baru memulai pengenalan terhadap berbagai jenis makanan. Volume makanan saat memperkenalkan MPASI memang betul mulai dari sedikit, ditingkatkan bertahap sesuai kemampuan anak (jadi bukan picky eater) tetap perkenalkan dengan variasi jenis makanan (bisa sampai 10-15 kali untuk 1 jenis makanan) dan jangan menyerah ketika anak menolak makanan tertentu.

Apakah picky eater mempengaruhi pertumbuhan seorang anak ? apa efek terburuk dari picky eater pada anak ?

Picky eater umumnya anak yang memilih makan dengan jenis makanan tertentu saja atau menolak makanan tertentu. Picky eater adalah suatu fase normal perkembangan anak. Jika orangtua dapat memberikan sumber alternatif nutrien (misal tidak suka nasi tapi bisa makan kentang atau lontong) maka secara jangka panjang nutrisi anak akan terpenuhi, namun jika yang terjadi adalah anak pilih-pilih makanan “selective eater” (sama sekali tidak mau semua jenis karbohidrat, atau semua jenis sayur/buah) maka inilah yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Efek terburuknya tergantung dari seberapa parah defisiensi nutrien yang dialami. Misal tidak mau semua sumber protein : maka akan terjadi Kwashiorkor (bengkak, rambut merah tipis, kulit erosi dan kemerahan, dan rentan infeksi).

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>