Pahami Diare pada Anak

pahami-diare-pada-anak

Diare pada anak, lactose intolerance atau alergi susu sapi ?

Pada dasarnya konsumsi susu sapi adalah untuk melengkapi pertumbuhan dan perkembangan anak supaya lebih optimal. Namun, masih banyak anak yang mengalami masalah ketika mengonsumsi susu sapi, baik diare atau reaksi tubuh lainnya. Diare karena alergi susu sapi sering kita dengar akhir-akhir ini. Alergi susu sapi membuat anak tidak bisa mengonsumsi susu sapi dan menggantinya dengan susu lainnya. Lantas apa perbedaan alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa? Apa saja tanda-tanda anak mengalami alergi susu sapi? Bisakah alergi susu sapi dapat disembuhkan? Bagaimana pola makan yang tepat untuk anak dengan diare karena alergi susu sapi?

  • Diare pada intolerasi laktosa dan alergi susu sapi sulit dibedakan. Perlu pengamatan terhadap gejala lainĀ  yang menyertai dan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan feses dan tes alergi.
  • Diagnosis pasti untuk alergi susu sapi dengan melakukan Challenge Test.
  • Gejala alergi susu sapi merupakan kondisi sementara.
  • Penanganannya dengan menghindari protein susu sapi atau memberikan pengganti seperti susu formula ekstensive hydrolisat, susu formula asam amino, atau formula soya.

 

Apa penyebab bayi yang mengalami intoleransi laktosa yang terdapat pada ASI ? Bukankah ASI merupakan yang terbaik untuk bayi ?

Intoleransi laktosa terjadi karena ketidakmampuan laktase untuk menghidrolisis laktosa secara optimal. Untuk si Kecil dengan ASI Ekslusif sebaiknya lanjutkan pemberian ASI dan lakukan diet eliminasi pada Ibu yaitu tidak mengkonsumsi susu sapi selama 2 minggu serta olahannya (atau selama 4 minggu bila disertai DA= Dermatitis Atopik atau kolitis alergik) tapi disarankan Ibu tetap konsumsi suplemen kalsium untuk menunjang asupan kalsium pada tubuh Ibu.

Bagaimana penanganan yang tepat jika terserang diare ?

Jika si Kecil mengalami diare akibat dari intoleransi laktosa sebaiknya dilakukan pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan pada pH fases. Pada intoleransi laktosa, pH feses <6. Diare apapun sebabnya yang penting adalah rehidrasi, jumlah cairan yang keluar harus bisa diimbangi dengan jumlah minum. Karena itu pemberian oralit penting, dan Ibu harus menghindari susu sapi dan olahannya.

Apakah ada ciri-ciri khusus yang membedakan diare karena alergi susu sapi dan diare karena laktosa intolerance ?

Pada alergi susu sapi gejala diare bisa disertai gejala pada kulit atau saluran nafas, karena dasar penyakitnya adalah alergi. Kalau intoleransi laktosa gejala terbatas pada saluran cerna. Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan pH feses bu, pada intoleransi laktosa pH feses akan rendah.

Bagaimana pertolongan pertama yang tepat jika anak mengalami diare ?

Bila anak diare, apapun sebabnya, pertolongan pertama adalah memberikan cairan yang dapat diminum anak, bila tersedia oralit lebih baik. Cegah jangan sampai dehidrasi kemudian segera dibawa ke dokter apabila mencret berkelanjutan.

Apa perbedaan mendasar alergi susu sapi dan intoleransi laktosa ? dan bagaimana cara penanganannya ?

Perbedaan mendasar adalah intoleransi laktosa bukan merupakan alergi, sehingga gejala hampir selalu terjadi pada saluran pencernaan. Bila dilakukan pemeriksaan feses, pH feses akan rendah. Pada alergi susu sapi, karena merupakan alergi, gejala bisa muncul di organ tubuh lain seperti kulit (kemerahan) atau sesak nafas. Pada alergi susu sapi bila dilakukan tes alergi hasilnya akan positif. Penanganannya adalah dengan menghindari semua protein sapi pada alergi susu sapi dan laktosa pada intoleransi laktosa. Pada anak usia 6 bulan memang semua kebutuhan nutrisi bergantung pada susu, tapi dengan bertambahnya umur anak, makanan sudah memegang peranan yang lebih besar daripada susu. Karenanya cukup diberikan makanan yang bergizi yang tidak mengandung protein sapi/laktosa ya Bu.

Apakah alergi susu sapi ada hubungannya dengan keturunan atau riwayat kesehatan orang tua ? apakah ada pencegahan yang harus dilakukan selama hamil agar anak tidak mengalami alergi tersebut ?

Peranan genetik atau keturunan pada alergi sangat besar. Apabila ada riwayat alergi pada orang tua maka anak semakin berisiko untuk menjadi alergi juga. Alergi yang saya maksud tidak hanya alergi susu sapi, namun juga alergi pada kulit (dermatitis atopi), rhinitis alergi, dan asma ya bu. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi probiotik selama hamil dan menghindari asap rokok, dan debu. Pemberian ASI pada bayi baru lahir juga lebih baik untuk mencegah alergi susu sapi.

Apa ciri-ciri anak yang alergi susu sapi ?

Gejala pada alergi susu sapi ringan misalnya muntah, bab sulit, bab berdarah, diare. Pada alergi yang berat bisa terjadi gagal tumbuh, sesak nafas, sampai syok anafilaksis. Bintik merah pada kulit bisa disebabkan karena gigitan serangga, biang keringat atau alergi. Kepastian kondisi si Kecil sebaiknya konsul dengan Dokter.

Jika bayi 1-3 bulan hanya mengkonsumsi ASI kemudian terjadi kolik apakah itu mengalami lactose intolerance juga ? apakah penyebabnya protein susu sapi yang di konsumsi oleh ibu nya ?

Bila alergi susu sapi sangat mungkin kolik terjadi karena susu yang diminum ibu. Tapi kalau intoleransi laktosa tidak ya bu. Diperhatikan saja apakah memang keluhan muncul setiap ibu mengkonsumsi susu sapi. Karena penyebab kolik yang lain juga masih mungkin.

Apa tanda dan gejala laktosa intolerance ? dan apakah perlu mengganti susu formula yang rendah laktosanya ?

Selain diare tanda dari intoleransi laktosa adalah muntah dan perut yang kembung. Bila ternyata intoleransi laktosa susu formula harus diberikan yang rendah atau tidak mengandung laktosa ya bu, atau ASI saja cukup, makanan juga diberikan yang rendah/bebas laktosa.

 

 

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>